Tuesday, October 13, 2015

Left-Handed



Kidal adalah kecenderungan seseorang untuk lebih aktif menggunakan tangan kirinya ketika beraktifitas daripada menggunakan tangan kanannya. Dalam budaya masyarakat timur, masyarakatnya sangat menghormati penggunaan tangan kanan dalam beraktifitas, termasuk ketika makan. Menggunakan tangan kiri ketika makan termasuk perbuatan tidak sopan dalam budaya masyarakat timur. Tentunya hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi penggunna tangan kiri (kidal) yang terbiasa menggunakan tangan kiri ketika beraktifitas karena harus menyesuaikan diri dengan budaya timur agar tidak dianggap menyimpang.

Sebuah perkumpulan para ilmuwan internasional, yang  dipimpin oleh Wellcome Trust Centre for Human Genetics di Universitas Oxford menemukan sebuah gen yang diketahui dapat meningkatkan peluang seseorang menjadi kidal. Studi ini dipublikasikan pada jurnal on-line today oleh Molecular Psychiatry. Penelitian ini melibatkan lebih dari 40 ilmuwan dari 20 pusat penelitian di seluruh dunia, mengungkapkan gen yang disebut LRRTM1, yaitu gen pertama yang ditemukan memiliki efek pada penggunaan tangan. Meskipun masih sedikit yang mengetahui tentang LRRTM1 ini, tim peneliti menduga bahwa gen ini yang memodifikasi perkembangan asimetri dalam otak manusia. Asimetri adalah sebuah fitur penting dari otak manusia, dimana bagian sisi kiri otak mengendalikan berbicara dan bahasa, dna bagian kanan mengendalikan emosi. Para peneliti juga menemukan bahwa LRRTM1 dapat meningkatkan resiko pengembangan skizofrenia.  Seseorang dengan skizofrenia memiliki kecnderungan yang tidak biasa pada asimetri otak, sehingga para peneliti tidak lagi terkejut ketika mendapati bahwa LRRTM1 juga menunjukkan kemungkinan beresiko pada perkeembangan skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan otak yang berimbas pada terganggunya proses persepsi dan berpikir.
Beberapa hasil penelitian yang para ilmuwan lakukan mengenai  Left-Handers :
1.      Kidal memiliki resiko tinggi pada psikis
Di dunia para kidal hanya 10%. Namun para peneliti telah menemukan bahwa pada populasi dengan gangguan mental tertentu, meningkatkan persentase ini. Studi sebelumnya telah menemukan bahwa orang dengan psikosis memiliki kemungkinan 20 persen diantaraya yang kidal, bahkan beberapa penelitian kecil menurut jurnal “SAGE” menemukan penderita psikosis mungkin memiliki persentase yang lebih tinggi.
Para peneliti Yale University di New Haven dan University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas menilai 107 pasien rawat jalan di klinik psikiatri. Bagi mereka dengan gangguan mood seperti depresi atau gangguan bipolar, tingkat kidal rata-rata 11%. Namun pada orang dengan psikosis, seperti skizofrenia atau gangguan skizoafektif,  rata-rata mereka yang kidal adalah 40% jauh di atas rata-rata.
2.      Kidal berpotensi baik dalam bidang artistic
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Psychology, ada beberapa bukti bahwa orang kidal memiliki peluang lebih tinggi dalam setidaknya satu segi kreatif: Mereka lebih baik dalam berpikir divergen, metode generasi ide yang mengeksplorasi banyak kemungkinan solusi. Untuk menentukan apakah kidal lebih mungkin untuk mengejar karir kreatif dari yang tidak kidal, orang-orang  kidal Klub (kelompok pro-lefties didedikasikan untuk penelitian kiddal dan pengembangan produk) yang disurvei pada lebih dari 2.000 kidal, tangan kanan, dan peserta ambidextrous dan menemukan bahwa orang kidal cenderung untuk mencari keuntungan dan ditarik ke karir di bidang seni, musik, olahraga, dan informasi-teknologi. Namun di lain sisi Menurut sebuah laporan di Wall Street Journal, gaji seseorang yang kidal 10 persen lebih rendah dari rata-rata dibandingkan orang yang tidak kidal.
3.      Para kidal lebih cepat marah
Menurut sebuah penelitian sederhana yang dipublikasikan dalam Journal of Nervous and Mental Disease, kidal lebih rentan memiliki emosi negatif. Selain itu, mereka yang bertangan kidal tampaknya memiliki waktu yang lebih sulit memproses perasaan mereka.
Sekali lagi, hal ini tampaknya berhubungan dengan koneksi otak. Dibandingkan dengan mereka para pengguna tangan kanan, peserta kidal dalam penelitian ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam kegiatan antara belahan otak kiri dan kanan ketika mencoba untuk memproses perasaan mereka.
4.      Para kidal lebih pemalu
Ketika para ilmuwan dari Abertay University di Skotlandia memberi 46 kidal dan 66 para pengguna tangan kanan tes perilaku untuk mengukur impulsif mereka dan ketahanan diri pribadi. Para mereka yang kidal lebih setuju dengan pernyataan "I worry about making mistakes" (Aku khawatir akan melakukan kesalahan) dan "Criticism or scolding hurts me quite a bit." (Kritik atau omelan sedikit menyakiti saya). Faktanya jawaban para kidal ini membuat para peneliti percaya bahwa orang kidal cenderung merasa pemalu dari rekan-rekan mereka yang bertangan kanan.
“Para kidal cenderung ragu sedangkan mereka para pengguna tangan kanan cenderung lebih percaya diri.” kata pemimpin peneliti Lynn Wright, PhD,  kepada BBC News.
5.      Para kidal mengingat lebih baik
Anggota keluarga yang didominasi oleh kidal cenderung lebih baik dalam mengingat peristiwa, hal ini menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal "Neuropsikologi". Dr Stephen Christman dan Dr Ruth Propper, dari University of Toledo di Ohio menyimpulkan bahwa kedua bagian otak bekerja sama dalam memori  episodik yang membantu mengingat peristiwa pada mereka yang bertangan kidal.

Beberapa famous people yang bertangan kidal:
1.      Barack Obama



2.      Bill Clinton

3.      Prince Charles


4.      Prince William

5.      Tom Cruise

6.      Bill Gates




Sumber :

Anything Left-Handed: Researchers at Oxford University Find Gene for Left-Handedness [dikunjungi 11 Oktober 2015]; diakses dari: http://www.anythinglefthanded.co.uk/

Kerns, Katie: Being left-handed says a lot about your health; 2015 [dikunjungi 11 Oktober 2015]; diakses dari: http://www.huffingtonpost.com/section/healthy-living

Julika, Sari: Efektifitas Token Ekonomi untuk Meningkatkan Penggunaan Tangan Kanan Pada Perilaku Makan Anak Kidal; 2012 [dikunjungi 11 Oktober 2015]; diakses dari: http://www.journal.uad.ac.id

 

 

 


1 comment:

  1. Informasi yang menarik tetang orang-orang terkenal untuk yang kali ini, good job!

    ReplyDelete

Popular Posts

Blogger templates

Powered by Blogger.

Followers